Ditulis Pada 04 Januari 2017 11:07 WIB

Warga Gorontalo Respons Positif Imbauan Plt Gubernur Berzikir di Malam Tahun Baru

JAKARTA -  Imbauan Plt Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh agar warga Gorontalo merayakan malam pergantian tahun, membuka lembaran Tahun Baru 2017 dengan kegiatan bernuansa keagamaan mendapat tanggapan positif masyarakat setempat. Maklum, Kota Gorontalo sejak lama dikenal dengan julukan Serambi Madinah dengan masyarakatnya yang kental dengan nuansa religius.


Imbauan menyejukkan yang dilontarkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam negeri ini langsung mendapat tempat di hati masyarakat lokal.

 

Dalam surat edaran yang ditandatanganinya, Zudan mengajak agar seluruh bupati/wali kota di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan keagamaan dalam merayakan tahun baru. Salah satunya, bagi umat muslim agar meramaikan masjid untuk melaksanakan itikaf dan zikir.

 

"Cara yang tepat untuk meningkatkan Marwah Serambi Madinah, yakni dengan berbondong-bondong memasuki masjid pada malam tahun baru. Mari kita memenuhi 2.300 masjid di seluruh Provinsi Gorontalo. Kita berdoa bersama, i’tikaf dan zikir sepanjang malam, kemudian sholat Subuh berjamaah pada 1 Januari 2017, agar kita semakin dekat dengan Maha Pencipta serta negeri kita mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah SWT," kata Plt Gubernur Gorontalo, Zudan Arif melalui surat edaran, Jumat (30/12).

 

Sementara, bagi masyarakat nonmuslim, dipersilahkan menggelar doa untuk Gorontalo, sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. "Sebagai ungkapan bahagia untuk menyambut tahun baru. Agar suasana penyambutan tahun baru 2017 berlangsung aman, sejuk dan penuh rasa kebersamaan," harapnya.

 

Selain itu, Zudan juga menolak tradisi pesta kembang api yang selama ini, seolah-olah telah menjadi tradisi momentum pergantian tahun. "Saya sangat berharap agar Pemprov dan kabupaten/kota, dan seluruh masyarakat Gorontalo agar menghindari penggunaan petasan dan kembang api untuk menyambut tahun baru," katanya.

 

Zudan juga menambahkan, demi tertibnya arus lalu lintas, masyarakat diminta untuk tidak menggelar parade tahun baru. "Jangan ada pesta miras dan narkoba, yang hanya merugikan dan membahayakan diri sendiri dan banyak orang," ujarnya.

 

Seorang warga setempat, Ilham Kuntono menyambut baik upaya Prof Zudan mengembalikan Gorontalo sebagai Serambi Madinah. "Setidaknya sejak tadi malam hingga pagi hari ini menjelang perpisahan tahun baru masehi, telinga negeri ini tidak pekak oleh letusan petasan, tidak bising oleg bunyi terompet dan tidak silau oleh kilatan kembang api. #Inilah peradaban," tulisnya di media sosial.

 

Warga lainnya, Tommy Laisa menulis: "Selamat Datang Manusia di Tahun 2017....Menurut sya Gorontalo membutuhkan SEMANGAT etos kerja, CAHAYA ilmu pengetahuan dan IRAMA komunikasi yang beliau contohkan selama pengabdiannya mengawal masa transisi saat ini. Tugas beliau adalah membangun dan menciptakan SIKLUS regenerasi, bukan sebagai pelakon yang akan berperan sebagai AKTOR utama.

 

Yakinlah bahwa Gorontalo memiliki banyak GENERASI yang siap menerima, menjaga, mengembangkan bahkan menjemput siklus PERADABAN cita-cita RUH Gorontalo.

 

Kalau mau jujur yang salah saat ini bukan soal SIAPA yang pantas dilegitimasikan sifat-sifat kerja TUHAN dengan nama GUBERNUR, tapi soal SIAPA yang ikhlas membunuh sifat-sifat mahluk?? agar VISI TUHAN 'ABAD KE V KEJAYAAN GORONTALO' bisa terwujud."

 

Ada pula warga seperti Fuad Pantoiyo yang mengusulkan begini: So mo angka jo jadi Ketua FPI wilayah ti pak plt ini gaga... (Sudah angkat saja jadi Ketua FPI wilayah, Pak Plt yang keren ini).

 

Bahkan warga lainnya menyayangkan, mengapa bukan Plt Gubernur ini yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Gorontalo.

 

Ini diutarakan oleh warga lainnya, Anton An Ahmad yang menulis: "tdk bleh ti pak jo yang b calon kmri gubernur" (Boleh gak Bapak ini saja yang dicalonkan jadi gubernur di sini) yang kemudian ditimpali beberapa netizen lainnya dengan kata: Setuju.

 

Rusdin Mancu menulis: Ust Thariq Modanggu.. co loby2 dulu ke pusat.. T rajal ini yang torang mo tahan saja jadi gubernur.. Deffe nama sj gaga skali mocumu eey.. Zudan Arif Fakrulloh.. Hahaha..

 

Sementara warga lain mengusulkan agar Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional ini diberi gelar adat kehormatan.

 

Kendati hanya merupakan himbauan, namun ajakan tersebut sudah diikuti oleh tiga pemda kabupaten dan masyarakat di berbagai masjid yang menyelenggarakan. Sebab di hari pergantian tahun, ketiga daerah tersebut menggelar zikir dan doa bersama serta salat subuh berjamaah di masjid di tiap kecamatan.

 

Di Kota Gorontalo zikir dilaksanakan Jumat (30/12) malam dan dihadiri oleh Plt Gubernur. Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan tak ada kegiatan khusus menyambut pergantian tahun 2016 ke 2017.

 

"Untuk salat subuh berjamaah, kita laksanakan di masing masing masjid dan pemerintah sendiri setiap Minggu pagi melaksanakan salat subuh berjamaah di mesjid yang telah dijadwalkan. Intinya, salat subuh berjamaah ini, selain menjadi ibadah wajib bagi umat islam juga bisa menjadi sarana silaturahim," tutur Wali Kota Marten Taha.

 

Sedangkan untuk Kabupaten Bone Bolango zikir dilaksanakan setelah shalat subuh berjamaah.

 

"Untuk anak-anak SMK dan SMA zikir dan doa dilaksanakan setelah subuh berjamaah yang dilaksanakan bersama orang tua siswa dan para guru bertempat di SMK 3 Kota Gorontalo," kata Plt Gubernur Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***