Ditulis Pada 15 Mei 2017 21:35 WIB

Target 100% Akta Kelahiran, Kabupaten Seluma Dorong Penerbitan KIA

Seluma – Seluma menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yang mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN untuk menerapkan Kartu Identitas Anak (KIA) tahun ini. 

 

Anggaran ini diberikan atas prestasi kabupaten “Serawai Serasan Seijoan” mencapai Akta Kelahiran hingga 86% untuk anak usia 0 sampai 18 tahun. Di seluruh Indonesia, hanya ada 50 kabupaten/kota yang beruntung mendapatkan dana stimulus KIA. 

 

Mewakili Dirjen Dukcapil, Direktur Pencatatan Sipil, Anny Julistiani yang hadir di acara launching penerbitan KIA menyampaikan, penerapan KIA di Kabupaten Seluma didasari tingginya cakupan kepemilikan Akta Kelahiran saat ini yang mencapai 86%. “Capaian ini yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yang telah menerapkan KIA. Sebelumnya, anggaran KIA juga diberikan kepada Kabupaten Muko-Muko pada tahun 2016”, jelas Anny. 

 

Anny berharap, apa yang diraih Kabupaten Seluma dan Muko-Muko dapat memberi semangat kepada daerah lain untuk melakukan capaian-capaian dalam pelayanan administrasi kependudukan, khususnya terkait Akta Kelahiran dan KIA. 

 

Penerapan KIA Kabupaten Seluma dilaunching secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Daerah, Kabupaten Seluma, pada medio April 2017 lalu. 

 

Menurut Wagub, penerbitan KIA dinilainya sangat penting dan merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pemerintah. “Hal ini sebagai bentuk perwujudan kepedulian dalam memberikan identitas bagi penduduk yang berusia di bawah 17 tahun”, jelas Rohidin. 

 

Wagub melanjutkan, pemberian KIA pada anak harus didukung seluruh pihak. OPD juga harus ikut mendorong program ini agar terlaksana dengan baik. “Diharapkan Dinas Dukcapil bisa membentuk tim kecil untuk mendatangi setiap pelosok guna mendukung terwujudnya 100 persen cakupan Akta Kelahiran”, lanjut Rohidin. 

 

Cakupan kepemilikan Akta Kelahiran menurutnya penting karena menjadi syarat pemberian KIA pada anak sebelum memiliki identitas KTP-el. 

 

Sementara itu, Bupati Seluma, Bundra Jaya, mengaku optimis penerapan KIA di daerahnya akan berjalan baik. Baginya KIA punya banyak manfaat, selain sebagai tanda pengenal seperti halnya KTP-el, KIA juga bisa digunakan untuk pendaftaran sekolah, transaksi keuangan di perbankan, pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. 

 

“Bisa juga sebagai klaim santunan kematian dan yang lebih penting untuk mencegah perdagangan anak serta untuk keperluan lain yang butuh identitas diri anak”, imbuhnya.

 

Bersamaan dengan kegiatan ini, juga diserahkan sebanyak 2.000 KIA kepada perwakilan anak. Jumlah ini merupakan hasil cetakan perdana Dinas Dukcapil, yang merupakan bagian dari 4.300 pemohon KIA yang sudah masuk database. Tingginya animo masyarakat menunjukkan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan. Dukcapil***