Ditulis Pada 08 Februari 2017 10:19 WIB

Stelsel Aktif Layanan Adminduk di Luwu Expo Dibanjiri Pengunjung

Luwu – Stelsel aktif yang semula diwajibkan kepada penduduk menjadi stelsel aktif diwajibkan kepada pemerintah melalui petugas pelayanan merupakan salah satu hal mendasar perubahan kebijakan administrasi kependudukan. 

 

Dengan itu, perangkat daerah yang menangani urusan administrasi kependudukan di provinsi dan kabupaten/kota perlu berperan aktif memenuhi hak warga untuk memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP-el, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dll. 

 

Berangkat dari kewajiban itu, Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu memanfaatkan momentum Luwu Expo untuk membuka pelayanan penerbitan KTP-el dan dokumen kependudukan lainnya bagi pengunjung. 

 

Pelayanan akan dibuka selama Luwu Expo berlangsung, dari 23 Januari sampai 13 Februari di Lapangan Andi Djemma, Kecamatan Belopa, Luwu. Luwu Expo merupakan kegiatan dalam rangka Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Hari Jadi Luwu ke-749 dan Hari Jadi Kota Belopa yang ke-11. Setidaknya ada 164 stand ikut meramaikan kegiatan ini. 

 

Kepala Dinas Dukcapil, Hasman R. Djano mengungkapkan, stand pelayanan KTP-el langsung dipadati pengunjung di hari pertama pelaksanaan. Menurutnya, pembukaan pelayanan di Luwu Expo merupakan perintah langsung Bupati Luwu, Mudzakkar, dalam rangka peningkatan layanan administrasi kependudukan yang selama ini sudah berlangsung. Selama tahun 2017, pihaknya akan lebih mengaktifkan lagi sistem stelsel aktif. 

 

“Bupati Luwu sangat menekankan kepada kami agar semua penduduk yang ada di Kabupaten Luwu wajib memiliki identitas diri dan dipastikan masuk dalam Kartu Keluarga (KK)”, tambah Hasman. 

 

Ia juga menekankan pada jajarannya untuk melayani setiap penduduk, termasuk yang datang dari luar daerah (luar domisili). “Pelayanan harus mudah dan cepat”, jelasnya.

 

Antusiasnya warga mengurus dokumen kependudukan memotivasi petugas untuk membuka pelayanan hingga malam hari. Bahkan hanya dalam waktu  10 hari, Dinas Dukcapil Luwu telah melayani setidaknya 1.709 orang pengunjung. Artinya, dalam sehari rata-rata terlayani 170 orang pengunjung.

 

Menurut Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Dukcapil, berdasarkan database kependudukan nasional per 27 Januari 2017, jumlah penduduk wajib KTP sebanyak 182.588.494 jiwa. Dari jumlah tersebut, 172.046.898 jiwa atau 96,63% sudah melakukan perekaman data dirinya. 

 

Dengan demikian, sisa perekaman tinggal 6.160.452 jiwa. Artinya, tersisa 3,37% penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman data KTP-el. Ditjen Dukcapil dan jajaran Dukcapil seluruh Indonesia optimis dapat menuntaskan sisa perekaman tersebut di tahun 2017. Dukcapil***