Ditulis Pada 23 September 2013 18:16 WIB

Jalur Gakin Sekolah Kawasan Sepi Peminat

SURABAYA - Pendaftaran jalur mitra warga atau dikenal jalur keluarga miskin (gakin) di beberapa sekolah kawasan ternyata masih sepi peminat. Ini terbukti, bahwa para pendaftar, ternyata masih jauh dari kuota pagu yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.

Dispendik juga tidak mau membuka berapa pendaftar jalur mitra warga di sekolah kawasan, seperti jalur reguler di sekolah kawasan. Namun dari informasi yang dihimpun, di SMP Negeri 1 Surabaya, hingga hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur gakin, yaitu Rabu (19/6) jumlah pendaftar baru mencapai enam anak. Padahal, di sekolah yang berada di kawasan Jl Pacar ini, pagu untuk siswa gakin sebanyak 18 siswa.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Surabaya, Muchtar mengungkapkan, sesuai petunjuk dari Dispendik Surabaya, tahun ini sekolahnya membuka jalur gakin. “Kalau tahun lalu tidak ada. Semua siswa ikut tes. Untuk jalur mitra warga, baru tahun ini,” katanya.

Pagu awal di SMP Negeri 1 Surabaya, sebanyak 342. Kuota itu kemudian dikurangi jatah untuk jalur gakin, yaitu lima persen atau 18 anak. Meskipun begitu, pihaknya masih menunggu pendaftar jalur gakin lainnya. Sebab, batas pendaftaran masih akan berlangsung hingga Jumat (21/6) besok.

Tak jauh beda dengan di SMP Negeri 1 Surabaya, di SMP Negeri 6 Surabaya, pendaftar jalur gakin sebanyak tiga orang saja,padahal kuotanya 18 kursi. Sedangkan di SMA Negeri 15 Surabaya, pendaftarnya baru 6 orang dari kuota 23 bangku.

Kondisi agak berbeda dengan pendaftaran jalur gakin di sekolah kawasan bukan eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Jumlah pendaftarnya, relatif cukup banyak. Seperti di SMP Negeri 22 Surabaya yang memiliki kuota pagu gakin 23 orang, kemarin sudah ada 19 orang yang mendaftar.

Tapi, di antara mereka terbilang nekat, sebab nilai Ujian Nasional (UN)-nya beragam, mulai 17,00 hingga 26,00. Padahal, minimal untuk masuk ke sekolah kawasan syarat minimal rata-rata nilai UN harus 8,50 (total 25,50) untuk SMP dan 8,00 (total 32,00) untuk SMA.

Petugas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMP Negeri 22 Surabaya, M Bangga Saktiono menyatakan, pihaknya masih terus memberikan layanan kepada pendaftar PPDB jalur gakin ini hingga Jumat besok. “Kalau jalur gakin, pendaftar harus punya SKM (Surat Keterangan Miskin) dan bawa Kartu Keluarga (KK) asli Surabaya. KK yang asli ini, harus ditinggal di tempat pendaftaran,” terangnya.

Langkah ini dilakukan agar pendaftar jalur gakin, tidak punya kesempatan untuk ’curang’. Misalnya saja ketika melihat peluang di sekolah yang dituju tipis, maka mereka bisa lari ke sekolah lain. Namun, untuk regulasi sekarang, hal itu sulit dilakukan.

“Untuk mengecek apakah mereka memang gakin, kita juga mengecek di database gakin dari Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) yang sudah diberikan ke semua panitia,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengungkapkan, untuk jalur gakin, tahun ini tidak hanya unsur ketidakmampuan keluarga saja yang jadi patokan. Namun, nilai pun menjadi pertimbangan.

“Yang nilainya paling bagus, peluangnya juga makin besar,” tuturnya. Ikhsan berharap, dengan adanya kebijakan ini, maka siswa gakin tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan yang bagus. Untuk biaya sekolah mau pun seragam, untuk gakin akan ditanggung Pemkot Surabaya.

Dia menjelaskan, untuk siswa yang diterima melalui jalur mitra warga dan prestasi di sekolah kawasan akan mendapat perlakuan khusus. Mereka tidak akan mendapat TPA. “Yang jelas, grade nilai mereka harus sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Setelah diterima, mereka akan mendapat TPA namun tidak mempengaruhi posisi. TPA hanya digunakan untuk merekap kemampuan saja,” pungkasnya. m18