Ditulis Pada 13 Januari 2017 21:24 WIB

Dukung Pasar Keuangan, Ditjen Dukcapil Terima Penghargaan OJK dari Presiden

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung penghargaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH. di Istana Negara, Jum’at (13/01/2017). 

 

Penghargaan dengan kategori “Mendukung Pendalaman Pasar Keuangan” ini diberikan kepada Ditjen Dukcapil atas dukungan pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP-el dalam rangka peningkatan kualitas data investor dan percepatan pembukaan rekening efek. 

 

Menanggapi prestasi tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, Kemendagri khususnya Ditjen Dukcapil membutuhkan saran dan masukan dari berbagai pihak agar bisa terus berbenah memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat dan bangsa Indonesia. 

 

Selain itu, Tjahjo Kumolo mengaku optimis dengan kinerja Ditjen Dukcapil untuk menuntaskan target perekaman data KTP-el bagi 183 juta penduduk hingga pertengahan 2017 mendatang. Mendagri menghimbau masyarakat yang belum melakukan perekaman data KTP-el untuk segera meluangkan waktu merekam data dirinya. 

 

Selanjutnya, terkait kerjasama pemanfaatan data kependudukan, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah lembaga pengguna yang akan memanfaatkan data kependudukan. 

 

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diberikan kepada lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, apa yang diraih Ditjen Dukcapil saat ini tidak terlepas dari kerja keras jajaran Dukcapil dari pusat sampai daerah. “Alhamdulillah kita kembali mendapat penghargaan dari OJK. Terima kasih atas semua dukungan, saran, kritik dan lecutan rekan-rekan selama ini”, jelasnya. 

 

Sebelumnya, 100 pelaku industri pasar modal menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ditjen Dukcapil untuk pemanfaatan NIK, Data Kependudukan, dan KTP-el. Kegiatan berlangsung di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) ini ditandatangani Dirjen Dukcapil dengan perwakilan masing-masing perusahaan: PT BEI, perusahaan efek, manajer investasi, dan agen penjual reksa dana. 

 

Kerjasama ini merupakan inisiasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai upaya mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening investasi di pasar modal. Hadir di acara tersebut Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Direktur Utama KSEI, Direktur Utama BEI, Wakil Direktur Utama BRI, serta 100 pelaku usaha bursa efek Indonesia. 

 

Hingga saat ini, sebanyak 204 lembaga pemerintah dan swasta sudah bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil untuk pemanfaatan NIK, Data Kependudukan, dan KTP-el. BPJS, Polri, KPK, PPATK, Kemenkeu, Pajak, Imigrasi, perbankan, asuransi, dan rumah sakit adalah beberapa lembaga yang telah bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil. Dukcapil***