Ditulis Pada 07 Februari 2017 09:35 WIB

Ditjen Dukcapil Bantu Terbit Dokumen Kependudukan Korban Banjir Bima

Bima – Ditjen Dukcapil Kemendagri turun langsung memfasilitasi Dinas Dukcapil Kota Bima melakukan pelayanan dokumen kependudukan bagi warga korban banjir beberapa waktu yang lalu. Dipimpin Kabag Perencanaan, Benny Kamil, tim didampingi Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima, Mariamah, terlebih dahulu bertandang ke kantor Walikota Bima untuk menyampaikan niatnya membantu meringankan beban warga dalam mengurus dokumen kependudukan yang hanyut terbawa banjir. 

 

Diterima Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin di ruang kerjanya, Benny Kamil menyampaikan, ada dua agenda yang akan dilakukan selama tiga hari berada di kota yang dikenal dengan “Kota Tepian Air” ini. 

 

Selain untuk mengevaluasi penyelenggaraan administrasi kependudukan yang selama ini sudah berjalan, tim juga juga akan membantu memfasilitasi Dinas Dukcapil Kota Bima untuk menerbitkan kembali KTP-el, KK, Akta Kelahiran dan dokumen kependudukan lain yang tidak sempat diselamatkan warga saat banjir melanda. 

 

"Kami ditugaskan pimpinan untuk membantu meringankan beban warga pasca musibah banjir. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat", jelas Benny Kamil. 

 

Kelurahan Penaraga menjadi lokasi yang dipilih untuk membuka pelayanan. Penaraga merupakan kelurahan yang mengalami dampak terparah akibat banjir dengan ketinggian antara dua sampai tiga meter. Di beberapa titik di sepanjang sungai dan selokan, banjir tidak hanya merendam sampai ke atap tapi juga menghanyutkan seluruh isi rumah. 

 

Diwawancarai di lokasi pelayanan, Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima, Mariamah menyampaikan akan melanjutkan pelayanan keliling untuk memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan kembali dokumen kependudukannya yang hilang. Bahkan pihaknya mengakui punya cara tersendiri dalam melayani warganya. 

 

"Beginilah cara kami melayani warga, harus dengan bahasa yang menenangkan dan bisa dipahami. Dengan begitu, mereka akan memahami kondisi ini sebagai bencana yang harus dijalani. Kita hadir di sini membantu meringankan beban mereka, terutama untuk mempermudah warga mendapatkan haknya dalam pelayanan publik melalui dokumen kependudukan yang diterbitkan kembali", jelas Mariamah. 

 

Selama pelayanan, warga terlihat antusias mengurus berbagai dokumen yang hilang. Ada yang hanya membawa copy KK atau copy KTP-el, bahkan hanya datang tanpa dokumen apapun. Proses verifikasi melalui sidik jari dan iris mata menjadi hal yang harus dilakukan untuk memastikan kebenaran data warga. 

 

Hingga akhir pelayanan, Dinas Dukcapil Kota Bima telah menerbitkan 141 Akta Kelahiran, 1.524 KK, dan 1.265 Suket Pengganti KTP-el. Dukcapil***