Ditulis Pada 13 April 2018 11:31 WIB

Data Kependudukan Tuntaskan Kasus Gizi Buruk di Jawa Barat

Sumedang – Program penyelesaian gizi buruk di Provinsi Jawa Barat akan cepat terselesaikan dengan memanfaatkan data kependudukan yang akurat. 

 

Bersama Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir meresmikan pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) Jawa Barat di Kampus IPDN Sumedang. 

 

Menurutnya, dengan menggunakan data kependudukan yang akurat, kantung-kantung  gizi buruk di Jawa Barat yang selama ini terjadi akan lebih detail terdeteksi.

 

“Sehingga Dinas Kesehatan kabupaten/kota dapat bergerak lebih cepat dan detail lagi, siapa nama anaknya, siapa keluarganya, itulah manfaat data kependudukan,” jelas pria yang akrab disapa Aher ini, Selasa (10/04/2018).

 

Kembali menurut Aher, data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hanya merupakan data agregat. Data tersebut menurutnya tidak mampu melihat obyek sasaran secara langsung. 

 

“(Dengan data BPS) kami tidak mengetahui datanya secara pasti, hanya agregat. Di sebuah kabupaten di Jabar, kami sulit menentukan keluarga mana yang mengalami gizi buruk,” tambah Aher.

 

Dengan data kependudukan yang akurat, kedepan sambungnya, petugas kesehatan yang datang ke sebuah kampung, dengan membawa tambahan gizi seperti pangan akan tepat sasaran. 

 

“Ini disebabkan karena data kependudukan yang akurat”, imbunya lagi.

 

Senada dengan Aher, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, Provinsi Jawa Barat akan segera menyukseskan program GISA. 

 

Program ini bertujuan agar masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna sadar akan pentingnya kepemilikan dokumen  kependudukan, dan pemutakhiran data kependudukan.

 

Selain itu, juga meningkatkan kesadaran untuk pemanfaatan data kependudukan sebagai satu-satunya data yang digunakan untuk semua kepentingan serta sadar melayani kependudukan menuju masyarakat yang bahagia.

 

“Kami mengapresiasi Jawa Barat, Pak Gubernur serta para Bupati/Walikota dan insan Dukcapil atas capaian dalam bidang Adminduk. 99,2% untuk capaian perekaman KTP-el. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi melakukan perekaman,” tutup Zudan. Dukcapil***